Pages

Subscribe:

Jumat, 18 Mei 2012

PARTAI ACEH BERDUKA

PA Kibar Bendera Setengah Tiang

LHOKSEUMAWE - Ribuan warga dan sejawat mengambil kesempatan melayat ke rumah Syukri Abdullah (35) alias Gamkuek di Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe, Rabu (16/5) yang tewas ditembak petrus (penembak misterius).

Pantauan Serambinews.com, Partai Aceh (PA) mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda duka atas meninggalnya sekretaris Partai Aceh (PA ) Lhokseumawe itu

Isak tangis tak terbendung dari sejumlah keluarga dan teman dekat mantan anggota kombatan GAM itu.

Jenazahnya yang diarak dengan berjalan kaki sejauh hampir satu kilometer dari rumah duka ke pemakaman di Kuburan Cot Trieng di Bukit Panggoi, sehingga sempat memacetkan jalan negara Banda Aceh--Medan selama 20 menit. Iringan mobil mewah mengikuti di belakang jenazah sambil bersalawatkepada Nabi Muhammad saw.

Sebagaimana diberitakan, Gamkuek alias Pangkuek, Korban  tadi malam dengan menggunakan mobil CRV berlogo PA pulang dari Banda Aceh. Dalamnya ada Cut Yetty dan seorang anak usia 15 tahun.

Sampai di daerah Paya Rangkulueh, Bireuen, mobil korban disalib sebuah mobil yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya. Saat kedua mobil bersejajar di jalan satu arah itu, penumpang dari mobil tersebut langsung menembak ke mobil Gamkuek

PANGKUEK dan CUT YETTI TEWAS DI BRONDONG


A A A
Aceh - Jumat, 18 Mei 2012 00:39 WIB
Cut Yetty dan Pang Kuek Tewas Diberondong OTK
(Analisa/helmi azhari). Jenazah Cut Yetty diangkat ke dalam ambulans PT PIM setelah beberapa jam disemayamkan di Instalasi Jenazah RSUD dr Fauziah Bireuen pasca pemberondongan di Kutablang yang juga menewaskan Sekretaris DPW-PA Kota Lhokseumawe, Syukri Abdullah, Rabu (16/5) dinihari.
Bireuen, (Analisa). Cut Yetty Indra (39), sosok yang pernah heboh dalam kasus penggelapan ratusan unit mobil rental di Aceh, tewas diberondong orang tak dikenal (OTK) di jalan negara Desa Paya Rangkulueh Kecamatan Kutablang Kabupaten Bireuen, Rabu (16/5) pukul 00.05 dinihari dalam perjalanan pulang dari Pidie.
Dalam kejadian itu, rekannya Syukri Abdullah alias Pang Kuek, juga tewas setelah beberapa butir peluru menembus dadanya. Syukri Abdullah dikenal sebagai sekretaris DPW Partai Aceh (PA) Kota Lhokseumawe.

Cut Yetty tercatat sebagai warga Kompleks PT PIM Krueng Geukueh, Aceh Utara. Sedangkan Syukri merupakan penduduk Desa Panggoi Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Seorang korban lainnya,TM Yasir (16) warga Blang Seupeung Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie.

Yasir yang masih berstatus pelajar dan disebut-sebut sebagai sepupu Cut Yetty, mengalami luka memar di sekujur tubuh akibat benturan mobil yang oleng pasca penembakan itu. Korban menempati bangku tengah mobil Honda New CRV yang dikemudikan Pang Kuek.

Jenazah Cut Yetty yang sempat disemayamkan di RSUD dr Fauziah Bireuen, dijemput keluarganya menggunakan ambulan milik PT PIM, Rabu (16/5) sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara, jenazah Syukri Abdullah dijemput lebih awal empat jam dari ruang instalasi jenazah rumah sakit tersebut.

Informasi tewasnya Cut Yetty beredar sangat cepat di sejumlah kalangan di Aceh. Bahkan menjelang pemulangan jenazah di RSUD dr Fauziah pada Rabu siang, beberapa orang yang mengaku warga dari luar Kabupaten Bireuen juga hadir untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK dalam keterangan pers dua jam setelah evakuasi jenazah Cut Yetty dari rumah sakit mengatakan, korban diberondong menggunakan senjata jenis AK. Di lokasi penembakan, polisi berhasil menemukan tujuh butir selongsong peluru jenis senjata tersebut.

Dibuntuti

"Berdasarkan keterangan saksi, korban diberondong kawanan pelaku menggunakan satu unit mobil Avanza warna silver. Kami memperkirakan, penembakan terjadi pada radius 10 meter. Korban diduga sudah dibuntuti sejak awal," kata Kapolres.

Setelah memuntahkan 10 butir peluru ke mobil korban, pelaku langsung melarikan diri ke arah Lhokseumawe. Sementara mobil korban yang tidak terkendali lagi, oleng dan membentur beberapa bagian median jalan sepanjang hampir 500 meter.

Dalam perjalanan dari Sigli, awalnya hanya ada Cut Yetti dan Syukri Abdullah di dalam mobil itu, sesampainya di Batee Iliek, Samalanga, TM Yasir ikut menumpang. Diduga sebelumnya Yasir juga rombongan dari Cut Yetty yang menaiki mobil lain.

Mobil korban mengalami kerusakan yang sangat parah. Selain akibat benturan keras, juga disebabkan tembakan yang mengenai beberapa bagian mesin. Di bagian dalam mobil, tampak berceceran bercak darah yang sudah mengering.

Berdasarkan beberapa alat bukti yang telah dibukukan, polisi akan terus mengusut dan mendalami kasus ini, juga mengejar gerombolan pelaku penembakan yang diduga banyak pihak terkait dengan kasus penggelapan mobil yang pernah melibatkan korban.

"Itu masih merupakan dugaan atau perkiraan saja, namun berdasarkan hasil sementara olah TKP, penyidik menyimpulkan motif penembakan adalah murni pembunuhan berencana. Korban sudah dibuntuti sebelum diberondong," tegas Kapolres.

PT Years Group

Berdasarkan catatan media dan hasil penelusuran Analisa, Cut Yetty Indra dikenal luas di kalangan masyarakat setelah terungkapnya kasus penggelapan sekitar 500 unit mobil rental di Aceh sekitar awal 2007. Sosok isteri karyawan PT PIM itu berawal mendirikan perusahaan PT. Years Group yang beralamat di Kota Lhokseumawe.

Perusahaan itu menjalankan bisnis sewa (rental) mobil. Ratusan unit mobil yang dikelola Cut Yetty bahkan didatangkan dari Medan. Kala itu Aceh baru saja menghirup udara damai pasca MoU Helksinki. Walhasil, di berbagai pelosok mobil mewah via Cut Yetty bertebaran.

Singkat kisah, Cut Yetty diamankan polisi menyusul terciumnya aksi penipuan yang merugikan banyak orang dalam bisnis yang dilakoninya. Yetty kemudian divonis 20 bulan penjara pada 10 November 2008.

Selama menjalani hukuman, Cut Yetty sempat dipindahkan dari Lapas Lhokseumawe ke Lapas Jantho. Perlahan, namanya menghilang di ruang publik dan baru mencuat kembali ketika ia dan rekannya Pang Kuek, tewas diberondong OTK di Bireuen, Rabu (16/5) dinihari. (hel)

Sumber: http://www.analisadaily.com/news/read/2012/05/18/5119/cut_yetty_dan_pang_kuek_tewas_diberondong_otk/#.T7cVeFI4eMM
 

Selasa, 15 Mei 2012

Pendidikan Sultan Iskandar Muda

M. Jabalnur, SHI

Sultan lskandar Muda yang pada masa bayinya sering disebut Tun Pangkat Darma Wangsa, (Zainuddin: 1957, 21) dibesarkan dalam lingkungan keluarga istana, sehinga sejak masa kecilnya telah mengetahui bagaimana seluk beluk kehidupan adat dan tata kerama dalam istana, baik dalam hal sopan santun antar anggota keluarga raja maupun dalam urusan penyambutan tamu dan lain sebaginya. Sejak usia antara 4 dan 5 tahun kepadanya telah diajarkan berbagai ilmu pengetahuan, terutama ilmu pengetahuan Agama dengan cara menghadirkan ulama sebagai gurunya. Selain dia, ke dalam istana diikutsertakan juga teman-temannya yang lain untuk belajar bersama. (Zainuddin, 1957: 20) 
Ketika usianya mencapai baligh, ayahnya menyerahkan Iskandar Muda bersama beberapa orang budak pengiringnya kepada Teungku Di Bitai (salah seorang ulama turunan Arab dari Baitul Mukadis yang sangat menguasai ilmu falak dan ilmu firasat). Dari ulama ini secara khusus dia mempelajari ilmu nahu. Melihat kecerdasan, ketekunan, kemuliaan sikap dan tingkah laku lskandar Muda telah menjadikannya sebagai salah seorang murid yang paling disayangi oleh Teungku Di Bitai. Karena itu, pada suatu hari gurunya diilhami untuk memberikan satu nama kebesaran kepadanya dengan gelar Tun Pangkat Peurkasa Syah (Zainuddin, 1957: 27). Semenjak saat itu, panggilan Peurkasa terhadap Iskandar Muda yang masih muda belia semakin populer bukan hanya di kalangan istana saja tetapi julukan itu semakin terkenal hingga ke seluruh pelosok negeri.
Dalam kurun-kurun berikutnya, ayahnya Sultan Mansursyah mulai menerima kedatangan ulama-ulama terkenal dari Mekah, di antaranya Syekh Abdul Khair Ibnu Hajar dan Sekh Muhammad Jamani yang keduanya ahli dalam bidang ilmu fiqah, tasawuf dan ilmu falak. Selanjutnya hadir lagi seorang ulama yang sangat termasyhur dari Gujarat yakni Sekh Muhammad Djailani bin Hasan Ar-Raniry. Ketiga orang ulama ini telah banyak berjasa dalam mengajarkan dan mengilhami wawasan intelektual Iskandar Muda. Selain itu, dia juga rajin mendatangi dan bertanya kepada ulama-ulama lain yang berada di luar istana untuk mempejarai berbagai ilmu yang belum diketahuinya. Pada saat menjelang dewasa, karena Iskandar Muda memiliki keberanian yang luar biasa dibanding orang lain dalam hal menegakkan kebenaran, maka kawan-kawannya dari barisan pemuda memberinya gelar Peurkasa Alam yang belakangan juga dikenal dengan sebutan Makota (Meukuta) Alam

Jumat, 11 Mei 2012

AMERIKA PERMUDAH PELAJAR INDONESIA

Jakarta – Jumlah pelajar Indonesia di Amerika Serikat (AS) tidak sebanyak dulu. AS pun menggunakan berbagai jurus untuk menggaet pelajar Indonesia.
“Dubes Amerika untuk Indonesia Scot Marciel ingin mempromosikan lebih banyak lagi supaya banyak pelajar yang sekolah ke Amerika,” ujar Ketua DPD Irman Gusman usai pertemuan dengan Marciel di kantor Irman, Senayan, Jakarta, Senin (30/4/2012).
Pertemuan berlangsung selama sekitar 1,5 jam. Marciel mengenakan jas hitam.
Menurut Irman, jumlah pelajar Indonesia dulunya sekitar 17 ribu. Kini pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di negeri Paman Sam itu hanya sekitar 6 ribu.
Karena itu, lanjut Irman, AS akan meningkatkan beasiswa bagi pelajar Indonesia. Hal ini bertujuan agar mahasiswa yang menuntut ilmu di AS bertambah.
Dalam kesempatan itu, Marciel juga bertukar pikiran terkait perkembangan demokrasi di Indonesia. Marciel dan Irman juga membicarakan tentang hubungan perdagangan, ekonomi.
“Jadi dia merasa Indonesia-AS itu harus lebih ditingkatkan hubungan people to people -nya,” kata Irman. (nik/nwk) http://news.detik.com

GUBURNUR TERPILIH DILANTIK (KRUSEUMANGAT dR.ZAINI ABDULLAH dan MUZAKIR MANAF)

Banda Aceh – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, akan dilantik Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada 4 Juni 2012 mendatang.
”Informasi yang kami terima dari pusat pada tanggal 4 Juni,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Hasbi Abdullah kepada Tempo, Kamis, 10 Mei 2012.
Hasbi mengatakan pelantikan akan dilaksanakan di gedung parlemen Aceh. Tidak ada kendala apa pun untuk pelaksanaan pelantikan, mengingat Mahkamah Konstitusi (MK) juga telah memutuskan menolak gugatan Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan terhadap hasil Pilkada Aceh 9 April 2012.
Menurut Hasbi, pihak Kementerian Dalam Negeri sedang menunggu keluarnya Peraturan Presiden RI tentang penetapan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017. “Semoga jadwal tanggal 4 Juni seperti yang direncanakan tidak bergeser lagi,” ujarnya.
Setelah dilantik, mereka mempunyai tugas pertama melantik 17 bupati/wali kota yang terpilih dalam Pilkada Aceh lalu. Menurut Hasbi, semakin cepat mereka dilantik, maka program pembangunan di Aceh akan semakin cepat dilaksanakan untuk penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Aceh (APBA) 2012.
Zaini Abdullah-Muzakir Manaf dari Partai Aceh memenangi pilkada dengan memperoleh suara 1.327.695 atau sekitar 55,77 persen dari total pemilih 2.457.196 orang. Sementara urutan kedua, Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan, hanya memperoleh suara 29,18 persen.

Di poskan Oleh: M. Jabalnur, SHI
Sumber: http://atjehlink.com/gubernur-aceh-terpilih-dilantik-4-juni/


KRUSEUMANGAT dR.ZAINI ABDULLAH dan MUZAKIR MANAF

Kru Seumanagat Hai Raja Nanggrou
Nyou Katroh Sampou neu Pimpin Bangsa
Nyou Bangsa Aceh Sabe lam kaco Balo
Akibat Pemerintah Limong Thon Yangka

Nyou Kalinyou Ka Raja Mat Keudrou
Beu ek neupeusampou nyan UU-PA
Nyan UU-PA Cita-cita geutanyou
Supaya meusampou Aceh Mulia

Oleh: M. Jabalnur, SHI

Rabu, 09 Mei 2012

FAKTOR PENYEBUTAN ACEH SEBAGAI SERAMBI MEKAH

          Oleh: M. Jabalnur, SHI
            Lahirnya agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW, pada abad ke-7 menimbulkan suatu tenaga penggerak yang luar biasa, yang pernah dialami oleh umat manusia. Islam merupakan gerakan raksasa yang telah berjalan sepanjang zaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Masuk dan berkembangnya Islam ke Aceh dipandang dari segi historis dan sosiologis sangat kompleks dan terdapat banyak masalah, terutama tentang sejarah perkembangan awal Islam. Ada perbedaan antara pendapat lama dan pendapat baru. Pendapat lama sepakat bahwa Islam masuk ke Aceh abad ke-13 M dan pendapat baru menyatakan bahwa Islam masuk pertama kali ke Aceh pada abad ke-7 M.
Tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Aceh, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat. Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M.
Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Aceh langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M. Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Aceh melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. (A Mustofa Abdullah,1999: 23)..
Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Aceh mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatra (Barus) pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Srivijaya. Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bi Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima ptra ratu Sima dari Kalingga masuk Islam (A Mustofa Abdullah, 1999: 29).
Sanggahan Teori Islam Masuk Aceh abad 13 melalui Pedagang GujaratTeori Islam Masuk Aceh abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Aceh adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Aceh didominasi Mashab Safi'i.
Datangnya Islam ke Aceh dilakukan secara damai, dapat dilihat melalui jalur perdagangan, dakwah, perkawinan, ajaran tasawuf, ilmu tauhid dan tarekat, serta jalur kesenian dan pendidikan, yang semuanya mendukung proses cepatnya Islam masuk dan berkembang di Aceh. Karena sebelum agama Islam masuk ke Aceh, berbagai macam agama dan kepercayaan seperti Animisme, Dinamisme ( percaya benda hidub dan benda mati ) , Hindu, dan Budha telah dianut oleh masyarakat Aceh Bahkan pada abad 7-12 M di beberapa wilayah Aceh telah berdiri kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha.Masuknya Islam ke Aceh pertama kali pada abad pertama hijriah kira-kira abad ke-7 M. Islam masuk ke Aceh melalui dua jalur yaitu: (a). Jalur Utara dengan rute: Arab (Mekkah dan Madinah), Damaskus, Bagdad, Gujarat (Pantai Barat India), Srilanka dan Indonesia dan (b). Jalur Selatan dengan rute: Arab (Mekkah dan Madinah), Yaman, Gujarat, Srilanka, Indonesia. 
Pada taraf permulaan, proses masuknya Islam adalah melalui perdagangan. Kesibukan lalu-lintas perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 membuat pedagangpedagang Muslim (Arab, Persia dan India) turut ambil bagian dalam perdagangan dari negeri-negeri bagian Barat, Tenggara dan Timur Benua Asia. Saluran Islamisasi melaui perdagangan ini sangat menguntungkan karena para raja dan bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan, bahkan mereka menjadi pemilik kapal dan saham. Mereka berhasil mendirikan masjid dan mendatangkan mullah-mullah dari luar sehingga jumlah mereka lama kelamaan  menjadi banyak.               
 Daerah pertama dari kepulauan Indonesia yang dimasuki Islam adalah pantai Sumatra bagian Utara. Dalam waktu yang tidak terlalu lama Islam telah tersebar keseluruh pelosok kepulauan Indonesia, sehingga mayoritas Masyarakat Aceh beragama Islam. Para pedagang dari India yakni bangsa Arab, Persi, dan Gujarat yang juga mubalig Islam banyak yang menetap dibandar-bandar sepanjang Sumut. Mereka menikah dengan wanita-wanita pribumi yang sebelumnya telah di Islamkan, sehingga terbentuklah keluarga-keluarga Muslim.Para mubalig Islam pada waktu itu, tidak hanya bedakwah kepada para penduduk biasa tetapi juga kepada raja-raja kecil hingga akhirnya berdiri kerajaan Islam pertama yaitu Samudra Pasai dengan perkembangan islam di Aceh, Agama Islam telah mampu mengadakan perubahan masyarakat di tanah Arab dari kehidupan barbar menjadi kehidupan yang berperadaban. Islam telah mampu menata kehidupan berbangsa dan bernegara secara demokrasi. dan, Islam telah mampu menghapuskan kehidupan feudal( MENGUASAI ) menjadi kehidupan demokrasi.
  Sampai memasuki zaman melinium yaitu Tahun 2000 lengkaplah  islam memasuki seluruh sendi-sendi masyarakat Aceh  hingga seratus persen masyarakat pribumi adalah islam  sehingga dengan adanya bermacam gejolak politik antara Aceh dengan Jakarta hingga lahirlah qanun yang mengesahkan  pelaksanaan Syariat Islam di Aceh tetapi masih menjadi tanda tanya besar apakah kualitasnya sebanding dengan kuantitasnya.
Aceh sebagai sebuah kerajaan Islam yang pernah terkenal di wilayah Asia Tenggara pada masa dahulu telah ditabalkan sebagai daerah Serambi Makkah. Penyebutan Serambi Mekkah untuk Aceh bukan merupakan sebuah peristiwa, akan tetapi merupakan sebuah ungkapan apresiasinya masyarakat muslim, setidak-tidaknya masyarakat muslim Asia Tenggara terhadap Aceh yang begitu gigih mengembangkan dan mempertahankan Islam sebagai agama yang suci. Sebagaimana ditunjukkan oleh sejarah bahwa masyarakat Aceh telah lama memeluk Islam yaitu sekitar tahun 800 Masehi. Sejak itu mereka telah menjadikan Islam sebagai barometer dalam meniti kehidupan. Apabila persoalan yang timbul dalam perjalanan kehidupan, mereka lebih senang merujuk pada ajaran Islam untuk mencari solusinya. Bahkan dapat dikatakan Islam menjadi rujukan utama bagi masyarakat Aceh dalam menyelesaikan segala permasalahan baik persoalan politik, ekonomi, sosial budaya dan juga sosial keagamaan. Realitas itulah para penganut Islam di kawasan lain memahami bahwa agama Islam memiliki akar yang kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh. (Umar kayam:1989; 37-38 )
Negeri Aceh pada abad ke 15 M pernah mendapat gelar yang sangat terhormat dari umat Islam nusantara. Negeri ini dijuluki “Serambi Makkah” sebuah gelar yang penuh bernuansa keagamaan, keimanan, dan ketaqwaan. Menurut analisis pakar sejarawan, ada 5 sebab mengapa Aceh menyandang gelar mulia itu.
1.       Aceh merupakan daerah perdana masuk Islam di Nusantara, tepatnya di kawasan pantai Timur, Peureulak, dan Pasai. Dari Aceh Islam berkembang sangat cepat ke seluruh nusantara sampai ke Philipina. Mubaligh-mubaligh Aceh meninggalkan kampung halaman untuk menyebarkan agama Allah kepada manusia. Empat orang diantara Wali Songo yang membawa Islam ke Jawa berasal dari Aceh, yakni Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ngampel, Syarif Hidayatullah, dan Syeikh Siti Jenar.
2.       Aceh pernah menjadi kiblat ilmu pengetahuan di Nusantara dengan hadirnya Jami’ah Baiturrahman (Universitas Baiturrahman) lengkap dengan berbagai fakultas. Para mahasiswa yang menuntut ilmu di Aceh datang dari berbagai penjuru dunia, dari Turki, Palestina, India, Bangladesh, Pattani, Mindanau, Malaya, Brunei Darussalam, dan Makassar.
3.       Kerajaan Aceh Darussalam pernah mendapat pengakuan dari Syarif Makkah atas nama Khalifah Islam di Turki bahwa Kerajaan Aceh adalah “pelindung” kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Nusantara. Karena itu seluruh sultan-sultan nusantara mengakui Sulatan Aceh sebagai “payung” mereka dalam menjalankan tugas kerajaan.
4.       Aceh pernah menjadi pangkalan/pelabuhan Haji untuk seluruh nusantara. Orang-orang muslim nusantara yang naik haji ke Makkah dengan kapal laut, sebelum mengarungi Samudra Hindia menghabiskan waktu sampai enam bulan di Bandar Aceh Darussalam. Kampung-kampung sekitar Pelanggahan sekarang menjadi tempat persinggahan jamaah haji dulunya.
5.       Banyak persamaan antara Aceh (saat itu) dengan Makkah, sama-sama Islam, bermazhab Syafi’i, berbudaya Islam, berpakaian Islam, berhiburan Islam, dan berhukum dengan hukum Islam. Seluruh penduduk Makkah beragama Islam dan seluruh penduduk Aceh juga Islam. Orang Aceh masuk dalam agama Islam secara kaffah tidak ada campur aduk antara adat kebiasaan dengan ajaran Islam, tetapi kalau sekarang sudah mulai memudar.

Rujukan:
A.Mustofa,Abdullah,Perkembangan Islam di Nusantara ( Wahana Jakarta pada Tahun 1999)

Alfian Ibrahim, Sastra Perang : Sebuah Pembicaraan Mengenai Hikayat Prang Sabil, (  Penerbit Balai Pustaka, Tahun  Tahun 1992 )

Muhammad Said, Atjeh Sepanjang Abad, (Medan: Waspada, 1960)
Umar Muhammad, Peradaban Rakyat Aceh, ( Penerbit Yayasan Busafat Banda Aceh,  Tahun 2006 ).
Muh.Asnawi, Sejarah Kebudayaan Islam,  ( Penerbit, Aneka Ilmu Anggota IKAPI Seumarang Tahun 2006


AYAT AL – QUR’AN TENTANG PENDIDIKAN


1    Surat Al – Baqarah Ayat 147
247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah Kami, Padahal Kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang Luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha mengetahui

Surat Al – Baqarah Ayat 269
269. Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
Surat Ali Imran Ayat 7   
Dia-lah yang menurunkan Al kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[1]. Itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[2]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, Padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
4.      Surat An – Nissa’ Ayat 162  
162. tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. orang-orang Itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

5.      Surat Yusuf ayat 68 
68. dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, Maka (cara yang mereka lakukan itu) Tiadalah melepaskan mereka sedikitpun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya'qub yang telah ditetapkannya. dan Sesungguhnya Dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.
6.      Surat Al – Isra’ Ayat 107
107. Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud.
7.      Surat Al – Hajj Ayat 22  
22. Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (kepada mereka dikatakan), "Rasailah azab yang membakar ini".
8.      Surat An – Naml Ayat 15  
15. dan Sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan Kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman".
9.      Surat Al – Mujadallah Ayat 11
11. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
10.  Surat At – Taubah Ayat 9  
122. tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.






[1]  Ayat yang muhkamaat ialah ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya, dapat dipahami dengan mudah
[2]  Termasuk dalam pengertian ayat-ayat mutasyaabihaat: ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian dan tidak dapat ditentukan arti mana yang dimaksud kecuali sesudah diselidiki secara mendalam; atau ayat-ayat yang pengertiannya hanya Allah yang mengetahui seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan yang ghaib-ghaib misalnya ayat-ayat yang mengenai hari kiamat, surga, neraka dan lain-lain.


MENJELANG WAFATNYA RASULULLAH SAW


MENJELANG WAFATNYA  RASULULLAH SAW |

♥ Bismillahirrahmaanirrahiim ♥

Pagi itu Rasululloh dengan suara terbata-bata berkutbah, " Wahai umat ku. kita semua dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih_Nya, maka taat dan bertaqwala kepada_Nya. Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Qur'an dan Sunnahku. Siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surga bersama-sama aku"

Kutbah singkat itu di akhiri dengan pandangan mata rasululloh yang tenang dan penuh minat menatap satu persatu sahabatnya. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang. Ali menundukkan kepala.

Isyarat telah datang, saatnya telah tiba, " Rasululloh akan meninggalkan kita semua" keluh hati sahabat. Manusia tercinta itu, hampi selesai tunaikan tugasnya. Tanda-tanda itu makin kuat. Ali dengan cekatan memeluk rasululloh yang lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah rasululloh masih tertutup. Di dalamnya rasul terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam, "bolehkah saya masuk?'
tanyanya.

Fatimah tak mengijinkan masuk. "Maafkan ayahku sedang demam."

Ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya, "siapakah itu wahai anakku" "Tak taulah ayahku, sepertinya baru kali ini aku melihatnya" tutur Fatimah lembut.

Rasul menatap putrinya dengan pandangan yang mengetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah putrinya hendak di kenangnya.

" Ketahuilah. Dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah malaikul maut" kata rasululloh. Fatimahpun menahan ledakan tangisnya.

Ketika malaikat maut datang mendekat, rasul menanyakan kenapa jibril tidak menyertainya. Kemudian di panggilah jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah" tanya rasul dengan suara yang teramat lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka. para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Ternyata itu tidak membuat rasul lega. Matanya masih penuh gambaran kecemasan.

" Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" tanya jibril.

" Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

" Jangan khawatir ya rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepada ku, Ku haramkan surga bagi siapa saja, kecuali umat muhammad telah berada di dalamnya" kata jibril.

Detik-detik semakin dekat. Saatnya Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh rasululloh di tarik. Nampak sekujur tubuh rasul bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini" rasululloh mengaduh lirih. Fatimah terpejam. Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" tanya rasululloh pada malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah di renggut ajal," kata Jibril. Kemudian terdengar rasul memekik karena sakit yang tak tertahankan. "Ya Allah, dasyat nian maut ini, timpahkan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku".

Badan rasul mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya, " Uushikum bis shalati, wa maa malakat aymanukum. Peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu"

Di luar pintu tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Ali kembali mendekatkan telinga di bibir rasul yang mulai kebiruan, " Ummatii..., ummatii...., ummatii...,"

Berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi."

Wallahu a'lam
___________